Kerajaan Bahrain adalah sebuah negara yang berada di wilayah Teluk Persia. Dengan luas total 778,3 Km2, menjadikan negara ini sebagai negara terkecil ke 3 setelah Maladewa dan Singapura.
Menurut penelitian, Bahrain telah dihuni sejak zaman Peradaban Dilmun. Tempat tersebut adalah penghubung antara Mesopotamia dan Lembah Indus. Setelahnya, Bahrain sempat dikuasai oleh Portugis selama 80 tahunan, lalu Persia karena berbagai alasan geografis dan agama, sebelum akhirnya berhasil dikuasai penuh oleh Dinasti Al-Khalifa hingga hari ini. Karena masalah keamanan dan khawatir akan ancaman invasi dari Persia, Dinasti Al Khalifa menjalin kerjasama dengan Inggris untuk menjadikan Bahrain sebagai sebuah proktetorat. Minyak ditemukan oleh Inggris pada tahun 1931, dan menjadi penunjang utama perekonomian hingga hari ini. Ketika Perang Dunia Pecah, Bahrain merupakan salah satu negara di Timur Tengah yang bergabung dengan sekutu sejak tahun 1939. Hal itu memicu wilayah Bahrain menjadi sasaran pengeboman bagi pesawat-pesawat tempur Italia.
Bahrain mendapatkan kemerdekaan penuh pada 15 Agustus 1971, Dinasti Al Khalifa yang beragama Sunni tetap memimpin negara tersebut, dan mayoritas penduduk yang beragama Syi'ah beberapa kali melancarkan kerusuhan besar. Wilayah Bahrain juga kerap kali mendapatkan ancaman karena keadaan politik negara-negara tetangga mereka yang tidak stabil, bahkan sempat terjadi plot pemberontakan yang dilancarkan para tokoh Syi'ah, bersamaan dengan Revolusi Islam di Iran.
Untuk Perekonomian sendiri, Bahrain berhasil membangun sektor perekonomian dari berbagai sektor. Saat harga minyak dunia melambung tinggi, pemerintah menginvestasikan banyak pendapatan mereka ke sektor pariwisata, pabrik manufaktur, dan perbankan. Sehingga saat harga minyak dunia sedang anjlok, hal tersebut tidak terlalu mengguncang pasar Bahrain. Mata uang yang dipakai adalah Bahrain Dinar, PDB mencapai angka USD $ 34.31 milyar, dan pendapatan perkapita sekitar USD $ $51,956.
Populasi di Bahrain sekitar 1,2 Juta jiwa, dengan 666,172 diantaranya adalah para ekspatriat dari India, Bangladesh, Sri Lanka, Filipina dan Indonesia. Artinya, jumlah para pekerja asing lebih besar ketimbang jumlah warga negara Bahrain yang hanya 568,399. Mayoritas penduduk Bahrain memeluk Islam (70%), lalu diikuti penganut Kristen yang kebanyakan dianut oleh orang Eropa dan Filipina (14.5%), kemudian diposisi selanjutnya ada penganut Hindu (9.8%), lalu sisanya penganut Budha, Judaisme, dan agama lainnya. Sepak Bola adalah olahraga terkenal di negara ini. Tim Nasional Bahrain sering mengikuti berbagai kejuaran seperti Asian Cup, Arab Nations Cup, dan pernah mengikuti kualifikasi Piala Dunia. Mereka juga memiliki sirkuit Formula 1 pertama di Timur Tengah bernama Bahrain International Circuit, yang dibuka pada 17 Maret 2004 di Gurun Sakhir, Selatan Bahrain. Ibu kota negara dan kota terbesar ada di Manama.
Untuk masalah keamanan, Bahrain memiliki sebuah Angkatan Bersenjata bernama Bahrain Defence Forces. Dengan 18,200 personil aktif, BDF dibagi ke dalam 5 cabang yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Royal Guard, dan Royal Medical Services. BDF merupakan salah satu anggota Penisula Shield Forces, sebuah satuan militer dari Organisasi regional politik-ekonomi yang berisikan Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Setelah Perang Teluk tahun 1991, BDF mendapatkan bantuan militer dari Amerika Serikat berupa penjualan 54 buah Tank M60A3, 12 pesawat tempur F-16C/D aircraft, and 14 buah helikopter Cobra.
Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Bahrain?wprov=sfla1
https://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Bahrain?wprov=sfla1
https://en.wikipedia.org/wiki/Economy_of_Bahrain?wprov=sfla1
https://en.wikipedia.org/wiki/Bahrain_Defence_Force?wprov=sfla1
Menurut penelitian, Bahrain telah dihuni sejak zaman Peradaban Dilmun. Tempat tersebut adalah penghubung antara Mesopotamia dan Lembah Indus. Setelahnya, Bahrain sempat dikuasai oleh Portugis selama 80 tahunan, lalu Persia karena berbagai alasan geografis dan agama, sebelum akhirnya berhasil dikuasai penuh oleh Dinasti Al-Khalifa hingga hari ini. Karena masalah keamanan dan khawatir akan ancaman invasi dari Persia, Dinasti Al Khalifa menjalin kerjasama dengan Inggris untuk menjadikan Bahrain sebagai sebuah proktetorat. Minyak ditemukan oleh Inggris pada tahun 1931, dan menjadi penunjang utama perekonomian hingga hari ini. Ketika Perang Dunia Pecah, Bahrain merupakan salah satu negara di Timur Tengah yang bergabung dengan sekutu sejak tahun 1939. Hal itu memicu wilayah Bahrain menjadi sasaran pengeboman bagi pesawat-pesawat tempur Italia.
Bahrain mendapatkan kemerdekaan penuh pada 15 Agustus 1971, Dinasti Al Khalifa yang beragama Sunni tetap memimpin negara tersebut, dan mayoritas penduduk yang beragama Syi'ah beberapa kali melancarkan kerusuhan besar. Wilayah Bahrain juga kerap kali mendapatkan ancaman karena keadaan politik negara-negara tetangga mereka yang tidak stabil, bahkan sempat terjadi plot pemberontakan yang dilancarkan para tokoh Syi'ah, bersamaan dengan Revolusi Islam di Iran.
Untuk Perekonomian sendiri, Bahrain berhasil membangun sektor perekonomian dari berbagai sektor. Saat harga minyak dunia melambung tinggi, pemerintah menginvestasikan banyak pendapatan mereka ke sektor pariwisata, pabrik manufaktur, dan perbankan. Sehingga saat harga minyak dunia sedang anjlok, hal tersebut tidak terlalu mengguncang pasar Bahrain. Mata uang yang dipakai adalah Bahrain Dinar, PDB mencapai angka USD $ 34.31 milyar, dan pendapatan perkapita sekitar USD $ $51,956.
Populasi di Bahrain sekitar 1,2 Juta jiwa, dengan 666,172 diantaranya adalah para ekspatriat dari India, Bangladesh, Sri Lanka, Filipina dan Indonesia. Artinya, jumlah para pekerja asing lebih besar ketimbang jumlah warga negara Bahrain yang hanya 568,399. Mayoritas penduduk Bahrain memeluk Islam (70%), lalu diikuti penganut Kristen yang kebanyakan dianut oleh orang Eropa dan Filipina (14.5%), kemudian diposisi selanjutnya ada penganut Hindu (9.8%), lalu sisanya penganut Budha, Judaisme, dan agama lainnya. Sepak Bola adalah olahraga terkenal di negara ini. Tim Nasional Bahrain sering mengikuti berbagai kejuaran seperti Asian Cup, Arab Nations Cup, dan pernah mengikuti kualifikasi Piala Dunia. Mereka juga memiliki sirkuit Formula 1 pertama di Timur Tengah bernama Bahrain International Circuit, yang dibuka pada 17 Maret 2004 di Gurun Sakhir, Selatan Bahrain. Ibu kota negara dan kota terbesar ada di Manama.
Untuk masalah keamanan, Bahrain memiliki sebuah Angkatan Bersenjata bernama Bahrain Defence Forces. Dengan 18,200 personil aktif, BDF dibagi ke dalam 5 cabang yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Royal Guard, dan Royal Medical Services. BDF merupakan salah satu anggota Penisula Shield Forces, sebuah satuan militer dari Organisasi regional politik-ekonomi yang berisikan Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Setelah Perang Teluk tahun 1991, BDF mendapatkan bantuan militer dari Amerika Serikat berupa penjualan 54 buah Tank M60A3, 12 pesawat tempur F-16C/D aircraft, and 14 buah helikopter Cobra.
Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Bahrain?wprov=sfla1
https://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Bahrain?wprov=sfla1
https://en.wikipedia.org/wiki/Economy_of_Bahrain?wprov=sfla1
https://en.wikipedia.org/wiki/Bahrain_Defence_Force?wprov=sfla1
Labels:
INFO,
TEHKNOLOGI





0 Komentar untuk "Bahrain, si kecil dari dunia arab"