Pernah menemukan seseorang yang hidup tapi seolah tidak hidup? Datang ke sekolah, hanya untuk duduk dan tidak mendapatkan apa-apa, tidak berbicara dengan siapapun, seringkali dicap aneh dan penyendiri, bahkan sama sekali tidak dianggap ada. Orang-orang seperti ini, dimanapun ia berada, akan selalu merasa sendirian dan merasa dunia tak menerimanya; sebuah alasan mengapa ia menenggelamkan diri dalam kesenangan yang sifatnya pribadi dan tidak membutuhkan manusia nyata. Sedang tidak berbicara tentang orang-orang yang menyendiri untuk hidup (menghasilkan uang dalam kesendirian, misalnya), tetapi berbicara tentang orang yang hidup untuk menyendiri.
Penyebabnya sendiri beragam, ada yang mengalami trauma masa kecil dan takut dengan kehidupan sosial, korban perundungan, korban broken home, dan yang paling menyedihkan; yang menganggap nolep adalah suatu tren sehingga ia ikut-ikutan.
It's not cool at all. Saat kamu bergelung dalam dunia maya sampai melupakan bahwa hidup ada pada dunia nyata, maka tamat; kamu sudah mati.
Meski tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan masa sekarang berpusat pada jejaring sosial, tapi bukan berarti kamu harus mendedikasikan hidup atasnya. Just, get a life!
Tetapi, tidak semua orang bisa. Aku tahu. Sulit, bahkan kemungkinannya minus sepuluh miliar persen tidak akan terjadi dalam waktu yang singkat. But I have some advices for ya._.
1. Jangan tertutup kepada keluarga. Ya, kamu bisa tertutup pada orang lain, itu wajar, kamu tidak mengenal mereka. Tetapi kepada keluarga sendiri? Pathetic.
Keluarga adalah pihak pertama yang bisa menolongmu saat kamu ada pada titik terendahmu, mereka bisa mengerti kamu karena kamu memiliki ikatan dengan mereka.
Meski juga ada beberapa orangtua yang justru menghancurkan anak-anak mereka, itu semata-mata karena si anak tidak terbuka. Bagaimana mungkin seseorang akan mengerti tanpa dibicarakan dengan keterbukaan? Tidak semua orang memiliki kepekaan yang baik dalam hal perasaan, termasuk orangtua di antaranya.
Saat kamu merasa orangtua dan keluarga mencoba mematahkan mimpimu, maka satu hal yang mesti kamu lakukan; berikan pengertian, hadapi dengan obrolan dengan perasaan. Bukannya malah menjadi penyendiri karena merasa mimpimu tidak didukung oleh siapapun. Mereka hanya tidak mengerti karena kamu tidak terbuka.
2. Jadikan waktu menyendirimu dengan melakukan hal-hal yang positif.
Kamu boleh antisosial, kamu boleh tidak berguna, kamu boleh tidak memiliki rasa percaya, tetapi kamu tidak boleh mati percuma!
Setidaknya untuk dirimu sendiri.
Jangan menjadi idealis yang hendak mengubah dunia, jadilah pragmatis yang memulai segalanya dari hal-hal sederhana. Cintai dirimu, kamarmu, dan passion dalam jiwamu. Tidak punya passion? Ciptakan! Mulailah menulis dalam kesendirian itu, mencipta rupa, merangkai kata, atau sekadar membuat origami untuk menghias jendela usang istana tempatmu bergelung setiap harinya.
Setidaknya, jika kamu merasa kamu membenci manusia, lakukan hal yang tidak dilakukan oleh kebanyakan manusia; menanam pohon, menyiram tanaman, mencintai alam semesta tanpa mengharap balasan apa-apa.
Maka alam semesta akan mengingatmu dalam kesan yang baik luar biasa.
3. Tidak punya teman karena tidak suka keramaian? Datang ke perpustakaan, tidak ada manusia pencipta bising yang mau berkutat di sana.
Daripada menyendiri dalam kamarmu dan tidak mendapat apa-apa, kamu lebih baik bermanja ria bersama setumpuk buku fiksi yang menyenangkan luar biasa. Selain untuk meningkatkan literasi, itu juga bisa membunuh waktumu tanpa membuatmu memikirkan hal-hal yang tidak harus kamu pikirkan.
Tidak suka membaca juga?
Selamat datang pada kematian.
4. Depresi? Anxiety?
Aku tidak bisa menyarankan apapun yang bisa kupertanggungjawabkan dalam hal ini. Banyak sekali kasus no-life dan antisosial terjadi sebab pengidapnya adalah orang-orang yang mengalami mental illness. Tetapi, 80% kasus ternyata terjadi lebih suram karena tidak ada yang berani speak-up.
Dan inilah dia, keberanian speak-up. Membangun keberanian yang setiap hari dihancurkan oleh perasaan tidak mampu; yang terberat dari segalanya.
Bagaimana mungkin oranglain tahu bahwa kita sedang tidak baik-baik saja, bahwa kita sedang membutuhkan tempat bersandar, bahwa kita membutuhkan teman bicara jikalau kita masih saja membangun tembok yang kokoh itu?
Kita terbiasa memasang senyuman yang dipaksakan, menjawab bahwa kita baik-baik saja setiap ditanyakan, kemudian mengurung diri dalam kotak kesendirian yang orang lain anggap sebagai kesombongan.
Dan, ya, ini dia. Jadilah ramah. Atau setidaknya berikan senyuman ketulusan yang benar-benar dari hati. Sebab banyak sekali orang yang datang untuk sebuah pertemanan hanya karena sebuah senyuman.
Sebuah pertemanan yang tulus itu akan melesatkan keberanian untuk speak-up itu menjadi sepuluh miliar persen jauh lebih besar.
Jika kamu tidak bisa menerima dunia, tetapi kamu bisa menerima satu dua orang yang bisa kamu percaya. Maka kamu masih hidup dan masih mampu berjuang melawan mental illness yang kamu miliki.
5. Bodo amat sekadarnya.
Jangan hanya karena kamu membenci dunia, kamu bersikap bodo amat terhadap segalanya. Ada banyak hal menakjubkan di dunia yang tidak bisa kamu pandang sebelah mata.
Bodo amat itu baik, ia adalah tameng untuk melindungi dirimu dari kemunafikan dunia. Tetapi, tidak semua hal harus kamu bodoamatkan.
Setidaknya, pedulikanlah orang-orang yang berjasa untukmu. Pedulikan mimpi-mimpimu. Pedulikan bangsa dan agamamu. Pedulikan dirimu.
Bersikap tidak peduli terhadap oranglain, tetapi peduli terhadap dirimu akan membuatmu hidup. Membuatmu berpikir bahwa menjadi tidak berguna adalah sebuah bentuk kepengecutan yang nyata.
Setidaknya, ingatlah bahwa kamu tumbuh sampai sebesar ini bukan karena kemampuanmu sendiri. Ada jasa yang harus kamu balas.
6. Jangan membenci dirimu sendiri.
Kebencian ini hanya akan melahirkan rasa tidak mau melakukan apapun. Jadi, hilangkan rasa benci itu! Hilangkan rasa yang menjijikkan itu.
Ini hanya akan melahirkan sebuah masokisme paling brutal dimana kamu merasa tidak apa-apa tidak melakukan apapun untuk dunia, tidak melakukan apapun untuk dirimu sendiri.
Jika kamu membenci diri karena dunia tidak menerimamu, ciptakan dunia dimana kamu adalah penguasanya. Tumbuhkan rasa narsistik itu, tumbuhkan! Cintai dirimu sendiri sampai rasanya sungguh menyakitkan, sampai rasanya kamu merasa tidak pantas untuk tidak melakukan apapun terhadap dirimu. Jadilah pecundang narsistik yang tidak akan membiarkan dunia menghanyutkanmu dalam kekejiannya, yang akan tetap tegar tak peduli bagaimanapun caranya. Jadilah hidup!
Dan selesai. Perutku sakit._. Nanti kulanjutin kapan-kapan. See ya!
And last; tidak ada yang salah dengan menyendiri, yang salah adalah saat kamu menyendiri tanpa melakukan apa-apa yang berguna.
Hidupmu bukan hanya milikmu.
Labels:
INFO

0 Komentar untuk "Nolep; It's Over. Hidupmu bukan hanya milikmu."